Jumat, 10 April 2026. MAN 1 Cirebon menggelar seminar bersama sejumlah alumni terbaik yang dilaksanakan di lapangan basket pada siang hari. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Bapak Abdul Rojak S.Ag., M.Ag. yang membagikan berbagai inspirasi dari para alumni.
Dalam sambutannya, Bapak Abdul Rojak menceritakan perjalanan para alumni sejak masih bersekolah di MAN 1 Cirebon hingga berhasil meraih prestasi dan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama. Ia juga menjelaskan tentang “ISMANS A”, sebuah wadah kolaborasi alumni untuk tetap terhubung dan berbagi pengalaman. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat lebih termotivasi untuk terus belajar dan berusaha meraih prestasi yang lebih baik.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama alumni terbaik tahun 2009, Kak Rahmat, S.I.P., M.Si. yang hadir sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, Kak Rahmat menceritakan perjalanan pendidikannya selama bersekolah di MAN 1 Cirebon. Ia mengungkapkan bahwa selama tiga tahun bersekolah, dirinya hanya satu kali meraih peringkat dua dan pernah menjadi siswa terbaik MIPA saat kelas X.
Meski begitu, ia memiliki cita-cita untuk melanjutkan ke jurusan Ilmu Komunikasi yang termasuk dalam rumpun IPS. Karena itu, pada kelas XI hingga XII, ia memutuskan untuk mengambil jurusan IPS agar lebih fokus pada bidang yang ingin ia tekuni. Ia pun terus berusaha meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Selain menjaga nilai rapor, ia juga aktif dalam berbagai organisasi. Usahanya membuahkan hasil ketika ia berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada tanpa melalui jalur tes. Kini, ia telah menjadi kepala sekolah sekaligus direktur yang mengelola 41 cabang di Pandanaran serta turut mengelola sebuah pondok pesantren.
Selanjutnya, narasumber kedua, Teh Muslimah, S.Sos.I., M.Pd. turut membagikan kisah inspiratifnya. Ia menceritakan awal perjalanan prestasinya sejak bersekolah di MAN 1 Cirebon sekaligus mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan sekolah. Terinspirasi dari Kak Rahmat, ia aktif dalam berbagai organisasi seperti OSIS dan KIR tanpa mengesampingkan akademik. Berkat kerja kerasnya, ia berhasil meraih beasiswa penuh di UIN Sunan Kalijaga dan lulus sebagai mahasiswa terbaik, kemudian melanjutkan S2 di universitas yang sama dengan predikat lulusan terbaik kedua.
Kini, ia berkarier sebagai dosen serta Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Di akhir sesi, ia menyampaikan pesan kepada siswa agar tidak ragu dalam menentukan tujuan hidup dan terus berusaha meraih cita-cita. Seminar ini bukan hanya sekadar kegiatan berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan memiliki proses panjang di baliknya. Dari cerita para alumni, siswa dapat belajar bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian dalam mengambil langkah adalah kunci untuk meraih masa depan yang diimpikan.